62. AL MUMIT (Dzat Yang Maha Mematikan) Seluruh makhluq selain Jin, Manusia dan Malaikat, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan lain sebagainya, semuanya akan dimintai persaksian tentang perbuatan-perbuatan manusia selama hidup didunia. Kemudian setelah mereka memberikan persaksiannya, maka Allah Ta'ala akan mematikan mereka semua. Akan tetapi kebanyakan orang menganggap bahwa benda-benda yang ada dialam ini adalah benda mati, sehingga mereka tidak takut untuk melakukan kejahatan (kedurhakaan). Padahal semua itu akan menjadi saksi dihadapan Allah Ta'ala, sehingga tidak ada satupun manusia yang bisa mengelak dari perbuatan yang telah dia lakukan didunia. Sebagai contohnya kita ingin menghadiri majlis ta’lim. Mulai dari rumah, kendaraan, jalan, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya, semuanya akan menjadi saksi dihadapan Allah Ta'ala diakhitat nanti. Begitupun juga sebaliknya apabila kita melakukan maksiat, semua yang ada disekitar kita juga akan menjadi saksi dihadapan Allah Ta'ala. Sehingga sedikitpun kita tidak bisa mengelak dari perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan. Binatang dan tumbuh-tumbuhan nantinya dihari kiamat akan membela kita, jika kita selalu melakukan kebaikan selama hidup. Begitupun juga dengan sebaliknya mereka akan menjadi saksi buruk bagi kita apabila kita melakukan kejahatan selama hidup. Dan persaksian mereka cukup hanya sekali dan tidak bisa diulang kembali, karena setelah mereka memberikan kesaksiannya Allah akan mematikan mereka. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam hidup ini, sayangilah mereka dan lindungi mereka, karena mereka akan bersaksi tentang apa yang kita perbuat. Maka dari itu sebelum melakukan sesuatu pikirkanlah terlebih dahulu apakah kita sanggup mempertanggung jawabkannya nanti dihadapan Allah atau tidak? Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang Wali Allah Ta'ala yang mempunyai beberapa orang santri. Akan tetapi Wali Allah Ta'ala tersebut lebih menyayangi seorang santri melebihi santri-santrinya yang lain, karena salah satu santrinya tersebut mempunyai kelebihan, sehingga hal itu membuat para santri yang lain menjadi iri. Kemudian Wali Allah Ta'ala tersebut ingin menunjukkan kepada santri-santrinya yang lain, bahwa seorang santri yang lebih dia sayangi tersebut mempunyai kelebihan dibanding santri-santrinya yang lain. Lalu Wali Allah Ta'ala tersebut mengumpulkan semua santrinya, kemudian mereka semua diberi ayam dan diperintahkan untuk memotongnya ditempat yang paling sepi dan tidak ada satupun yang melihatnya. Kemudian semua santri pergi dan mencari tempat masing-masing yang paling sepi untuk melaksanakan perintah wali Allah Ta'ala tersebut, yaitu untuk memotong ayam. Setelah waktunya habis, mereka semua kembali berkumpul dan menceritakan peristiwa mereka masing-masing didalam memotong ayam. Akan tetapi ada salah satu santri yang masih membawa ayamnya, yaitu santri yang paling disayangi oleh wali Allah Ta'ala tersebut. Lalu wali Allah Ta'ala tersebut bertanya kepadanya : “Wahai santriku, kenapa ayam itu tidak engkau potong? padahal teman-temanmu yang lain telah memotong ayamnya” Santri tersebut menjawab : “Bagaimana mungkin aku bisa memotong ayam ini, sedangkan dimanapun aku berada Allah Ta'ala selalu melihatku, dan makhluq-makhluq yang ada disekitarku juga melihat dan akan menjadi saksi diakhirat nanti?. Sedangkan engkau memerintahkan-ku untuk memotong ayam ini ditempat yang tidak ada satupun yang melihatnya”. Inilah bukti bahwa santri yang paling disayangi oleh wali Allah Ta'ala tersebut mempunyai keimanan kepada Allah Ta'ala yang lebih tinggi dibandingkan dengan santri-santri yang lain, sehingga para santri yang lain menjadi sadar dan hilanglah rasa iri didalam hati mereka. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita memanfaatkan ciptaan-ciptaan Allah Ta'ala untuk melakukan ketaqwaan? dan seberapa banyak kita menggunakan ciptaan-ciptaan Allah Ta'ala untuk kefasikan? Padahal segala sesuatu akan bersaksi dihadapan Allah Ta'ala tentang perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang tidak pernah merasa aman dari pengetahuan-Mu apabila melakukan dosa, dan jadikanlah kami orang-orang yang tetap melakukan amal-amal kebaikan, karena Engkau pasti mengetahuinya. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa semua yang ada dilangit dan dibumi ini adalah makhluq hidup yang akan bersaksi tentang perbuatannya dihadapan Allah Ta'ala. Bahkan kulit setiap manusia akan menjadi saksi tentang perbuatannya sendiri. Sesuai surat Fushshilat (41) : 20 – 22 20. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. 21. Dan mereka berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan". 22. Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia didalam hidup ini akan selalu berhati-hati dalam berbuat. Karena Allah Ta'ala Maha Mengetahui semua perbuatannya, Malaikat pencatat akan mencatat semua perbuatannya, dan alam disekitarnya juga mengetahui dan akan menjadi saksi dihadapan Allah Ta'ala kelak diakhirat. Sehingga sedikitpun manusia tidak bisa mengelak dari perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan didunia. Oleh sebab itu jangan sekali-kali merasa aman dengan perbuatan-perbuatan buruk yang kita lakukan, dan jangan merasa ragu apabila melakukan kebaikan-kebaikan. Karena Allah Ta'ala Maha Mengetahui dan alam disekitar kita juga mengetahui. Untuk itu jangan sekali-kali kita hanya bersembunyi dari pandangan manusia, karena bersembunyi dari pandangan manusia tidak ada gunanya dihadapan Allah Ta'ala. Dia sangat takut apabila melakukan dosa akan tetapi sangat senang apabila melakukan kebaikan-kebaikan, walaupun tidak ada orang lain yang melihatnya. Karena Allah Maha Mengetahui dan alam disekitarnya juga mengetahui serta akan menjadi saksi. Yang namanya dipengadilan, pasti ada saksi. Dan saksi ini ada dua yaitu saksi yang memberatkan dan saksi yang meringankan. Begitu juga pengadilan Allah Ta'ala nanti diakhirat juga akan ada saksi dari makhluq-makhluq yang lain. Sebetulnya alam ini diciptakan Allah Ta'ala mempunyai beberapa fungsi. 1. Sebagai sarana manusia untuk beramal 2. Sebagai sarana untuk melakukan dosa 3. Akan menjadi saksi bagi kebaikan 4. Akan menjadi saksi bagi keburukan. Dari keempat fungsi ini, tergantung kepada manusia bagaimana menggunakannya. Apabila dia gunakan untuk melakukan amal-amal sholeh, maka mereka akan menjadi saksi bagi kebaikan dirinya diakhirat kelak. Begitu juga sebaliknya apabila dia gunakan untuk bermaksiat, maka mereka akan menjadi saksi bagi keburukan dirinya diakhirat kelak. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami dengan menjadikan makhluq-makhluqMu yang lain sebagai saksi bagi kebaikan-kebaikan kami, dan tundukkanlah mereka untuk membantu ketaqwaan kami kepada-Mu. Dan janganlah Engkau tundukkan mereka apabila kami melakukan kemaksiatan kepada-Mu. F. Sikap Orang Bertawakkal Dia apabila dia telah melakukan kebaikan-kebaikan dengan niat dan syareat yang benar, maka masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dia sangat yakin bahwa persaksian-persaksian makhluq-makhluq selain Jin, Manusia dan Malaikat adalah persaksian yang jujur dan sebenarnya. G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan merasa senang sekali apabila Allah Ta'ala memberikan kepadanya sarana untuk dapat melakukan ketaqwaan (amal sholeh). Dan dia akan merasa sangat senang apabila sarana itu dihilangkan oleh Allah Ta'ala, apabila dengan sarana itu membuatnya melakukakan kefasikan. Sebagai contohnya Allah Ta'ala memberikan harta. Dia sangat senang karena dengan harta itu dia bisa beramal sholeh (berinfaq dijalan Allah Ta'ala). Dan apabila dengan harta itu dia justru memperturutkan hawa nafsu, kemudian Allah Ta'ala mengambilnya, maka dia akan menerimanya dengan ikhlas dan dengan perasaan senang pula. Didalam satu keterangan dijelaskan bahwa apabila ada orang yang baik dimata Allah Ta'ala meninggal dunia, sebelum keluarganya menangis, maka yang pertama sekali menangis adalah bumi dimana tempat dia melakukan amal-amal ibadah atau amal-amal sholeh. Bumi menangis sambil berkata : “Ya Allah ya Tuhan kami, tidak ada lagi orang yang beribadah dan beramal sholeh diatas punggungku”. Sehingga diakhirat nanti bumi akan menjadi saksi bagi kebaikan dirinya. Begitu juga sebaliknya apabila ada orang jahat dimata Allah Ta'ala meninggal dunia, maka bumilah yang pertama sekali merasa senang. Karena tidak ada lagi orang yang berbuat durhaka dan maksiat kepada Allah Ta'ala diatas punggungnya. Karena alam ini diciptakan oleh Allah Ta'ala adalah untuk membantu dan menjadi sarana bagi manusia untuk melakukan keta’atan kepada Allah Ta'ala. Oleh sebab itu andaikata alam ini bisa menolak, mereka tidak mau digunakan untuk melakukan kefasikan. Karena setiap saat mereka selalu memuji, bertasbih dan beribadah kepada Allah Ta'ala, termasuk fisik (jasad) kita ini. Apabila fisik (jasad) kita ini atau benda-benda yang lain yang ada dialam ini kita pakai untuk kefasikan, maka mereka sangat kecewa dan sakit hati. Sehingga mereka akan mengutuk kita dan akan menjadi saksi bagi keburukan kita diakhirat kelak. Begitu juga sebaliknya apabila mereka kita pakai untuk ketaqwaan, maka mereka sangat senang dan bahagia. Sehingga mereka selalu mendo’akan kita, memohonkan ampun bagi kita, memohonkan rahmat bagi kita dan akan menjadi saksi bagi kebaikan kita diakhirat kelak. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Mumit Apabila telah menjadi kholifah, ia akan mencari amal tidak hanya terbatas pada manusia saja. Akan tetapi juga kepada makhluk Allah yang lainnya. Yaitu ia akan mengurus dengan baik makhluq-makhluq Allah Ta'ala yang lain, seperti hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Mumit Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk memperingatkan manusia bahwa sesungguhnya setiap amal perbuatan mereka akan dihadirkan saksi dan bukti, termasuk makhluq-makhluqMu yang dianggap manusia sebagai benda yang mati. Agar manusia dapat mengetahui bahwa segala sesuatu seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan akan menjadi saksi bagi perbuatan mereka kelak dihari akhir.